Di Balik Tren Transaksi Digital Indonesia yang Tumbuh Pesat - Resi.co.id

Di Balik Tren Transaksi Digital Indonesia yang Tumbuh Pesat

Di Balik Tren Transaksi Digital Indonesia yang Tumbuh Pesat

Resi.co.id Transaksi digital menjadi kebutuhan di tengah pesatnya perkembangan inovasi teknologi. Di Indonesia, situasi ini terlihat dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin menggunakan layanan keuangan berbasis teknologi untuk memfasilitasi aktivitas transaksi nontunai mereka.

Beberapa layanan yang mengalami pertumbuhan ini adalah kartu debit, uang elektronik, dan perbankan digital.

Bank Indonesia (BI) menyatakan transaksi ekonomi dan keuangan digital Indonesia pada tahun 2021 akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya ekspektasi dan preferensi masyarakat terhadap belanja online.

Pertumbuhan ini terlihat dari peningkatan volume dan nilai transaksi yang signifikan untuk berbagai metode pembayaran nontunai yang memanfaatkan layanan teknologi terkini.

Menurut catatan BI, nilai transaksi Uang Elektronik (EU) pada Mei 2021 mencapai Rp23,7 triliun atau meningkat 57,38% (yoy).

Selain itu, volume transaksi perbankan digital juga terus tumbuh dan mencatatkan pertumbuhan sebesar 56,49% (yoy) atau mencapai 601,2 juta transaksi pada Mei 2021, dengan nilai transaksi yang tumbuh 66,41% (yoy) sebesar Rp3.117. 4 triliun.

Sementara itu, nilai transaksi menggunakan kartu ATM, Kartu Debit, dan Kartu Kredit untuk pembayaran pada Mei 2021 juga tumbuh sebesar 21,03% (YoY), dengan total Rp689,7 triliun.

Salah satu pendorong pergerakan positif ini adalah meningkatnya aktivitas ekonomi karena kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri 1442 H di tengah situasi pandemi.

Di balik pertumbuhan yang pesat ini, ada peran berbagai pelaku industri keuangan yang berusaha mendorong kemajuan sistem pembayaran digital di Indonesia.

Salah satunya adalah Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP), seperti lembaga switching. Meski tidak berinteraksi langsung dengan nasabah, lembaga switching memungkinkan proses transaksi antar bank yang lancar, sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah.

Singkatnya, switching dalam industri pembayaran adalah sistem elektronik yang digunakan untuk menghubungkan jalur komunikasi antar bank.

Dengan begitu, pemrosesan data transaksi antara bank dengan pelaku industri keuangan digital lainnya dapat berjalan mulus.

Peran Aktif Dalam Memfasilitasi Pertumbuhan Transaksi Digital di Indonesia

Di Indonesia, salah satu lembaga switching berpengalaman yang mendukung transaksi digital dan sistem pembayaran adalah PT Jalin Payment Nusantara (Jalin).

Jalin memiliki dua layanan utama, yaitu Switching dengan brand “Link” dan Managed Service untuk ATM.

Selain itu, Jalin juga melakukan inovasi melalui pengembangan platform digital yang modern dan terintegrasi sejalan dengan kebutuhan transaksi yang terus bertransformasi di era digital.

Switching yang mendukung transaksi 35 bank dan non-bank anggota Jalin ini memiliki tiga cakupan layanan, yaitu ATM Switching, Debit Switching, dan QR Switching.

Ketiga layanan ini memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan lancar dan nyaman. Misalnya, transaksi tarik tunai nasabah, cek saldo, transfer dana, atau pembayaran tagihan melalui seluruh channel perbankan yang tergabung dalam jaringan Link switching.

Sementara itu, Managed Service (MS) menawarkan layanan pengelolaan dan pemeliharaan ATM yang komprehensif.

Lingkup layanan terdiri dari Penyewaan Mesin ATM, Pemeliharaan ATM Tingkat Kedua, Layanan Pemeliharaan Tempat ATM, Monitoring & Forecasting Kas ATM, Layanan Monitoring ATM 24/7, hingga Branding ATM.

Kolaborasi dan sinergi dengan BUMN dan mitra profesional yang bergerak di bidang jasa keuangan juga terus dijalin dan diperkuat.

Dengan demikian, kualitas layanan operasional dan inovasi digital serta pengembangan saluran fisik seperti ATM, CDM, dan CRM dapat terus ditingkatkan.

Hal tersebut merupakan salah satu langkah Jalin untuk menghubungkan masyarakat dengan ekosistem keuangan dan non keuangan untuk menciptakan sistem pembayaran interoperabilitas yang aman, terintegrasi, saling terhubung, dan efisien.

Kedepannya, Jalin juga akan memperluas layanannya dengan menyertakan cross-border QRIS, infrastruktur sharing, dan technical support untuk setiap layanan perbankan.

Hal ini sejalan dengan visi Jalin sebagai The National Digital Highway agar masyarakat dapat menikmati layanan transaksi yang aman, nyaman, dan efisien.

Penutup

Mungkin hanya itu saja yang bisa admin sampaikan kali ini terkait dengan Di Balik Tren Transaksi Digital Indonesia yang Tumbuh Pesat. Semoga dengan adanya pembahasan diatas bisa dapat membantu.

You May Also Like

About the Author: Ridwan Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.