Apa Itu Stop Out Broker Forex? - Resi.co.id

Apa Itu Stop Out Broker Forex?

Apa Itu Stop Out Broker Forex?

Resi.co.id – Sambil menjelajahi seluk-beluk kondisi dan spesifikasi broker forex, Pernahkah Anda menemukan istilah stop out broker? Jika ya, apakah anda mengerti artinya? Beberapa pedagang cenderung mengabaikan aspek ini karena mereka memprioritaskan parameter lain seperti Lot dan setoran minimum, spread, dan leverage.

Padahal, fitur ini sangat penting dan berhubungan langsung dengan dana trading anda. Jika tidak diwaspadai, stop out broker bisa menjadi mimpi buruk yang tiba-tiba datang untuk mengkonfirmasi menipisnya dana trading anda.

Itu sebabnya, kita akan membahas secara menyeluruh tentang stop out broker, baik definisi, contoh, dan bagaimana untuk menghindari mereka.

Apa Itu Broker Stop Out?

Stop out broker adalah penutupan paksa dari posisi yang kalah, karena pedagang tidak lagi memiliki cukup dana untuk menahan posisi terbuka. Penutupan tersebut dilakukan secara otomatis oleh server broker, dan dimaksudkan untuk melindungi akun dari kerugian yang melebihi modal.

Stop out broker biasanya berjalan seiring dengan pengaturan margin call. Dalam kebijakan broker forex, margin call lebih difungsikan sebagai sistem peringatan sebelum posisi ditutup paksa oleh stop out.

Jadi jika ada aturan margin call 50% dan broker berhenti keluar 20%, itu berarti Anda akan mendapatkan peringatan margin call untuk menutup posisi perdagangan ketika kerugian perdagangan hanya menyisakan 50% dari margin yang digunakan.

Jika peringatan tidak diperhatikan, maka ketika kerugian terus berlanjut dan dana anda terus menyusut hingga sisa 20% dari margin yang digunakan, posisi trading akan ditutup paksa (Stop out) oleh server broker forex.

Contoh Broker Berhenti

Stop out broker biasanya ditentukan dalam persentase untuk mewakili persentase margin yang digunakan untuk memicu stop out. Margin yang digunakan adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk membuka posisi.

Dari perhitungan di atas, jika Anda berdagang di broker yang menetapkan stop out 100%, maka semua posisi mengambang akan ditutup ketika kerugian meninggalkan ekuitas senilai $2,904.8. Cara menghitungnya seperti ini:

Jadi jika kebijakan stop out broker forex adalah 20%, maka posisi Anda tidak akan ditutup secara paksa sebelum ekuitas yang tersisa mencapai $580.96 ($2,904.8 x 20%).

Dalam kondisi trading 2 Lot yang nilainya per pip adalah $20 per pip, maka resistance dana untuk stop out 100% adalah ($10,000 – $2,904.8) /$20 = 354 pip. Jadi jika kerugian telah melampaui 354 pips, maka posisi akan segera memukul broker berhenti keluar.

Mana Yang Lebih Baik? 20% atau 100%?

Belajar dari contoh di atas, dapat dipahami bahwa stop out besar dan kecil memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika broker forex memiliki kebijakan stop out 100%, maka itu berarti Akan ada dana yang lebih terjamin daripada total kerugian.

Namun, risiko terkena Stop out broker lebih besar, karena broker forex menetapkan jumlah margin yang digunakan sebagai parameter.

Sebaliknya, keuntungan dari stop out broker 20% terletak pada risiko penutupan paksa yang lebih kecil. Contoh di atas telah membuktikan bahwa dengan menggunakan broker berhenti dari 20%, Anda dapat menahan kerugian lebih dari 100% berhenti keluar aturan.

Sayangnya, kenyamanan ini juga melibatkan risiko, karena jumlah dana yang tersisa akan jauh lebih sedikit (100% broker Stop out meninggalkan $ 2,904.8, sementara 20% broker stop out hanya menyisakan $580.96).

You May Also Like

About the Author: Duda Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published.