web counters 3 Cara Memanfaatkan Pola Outside Bar Untuk Trading - Resi.co.id

3 Cara Memanfaatkan Pola Outside Bar Untuk Trading

3 Cara Memanfaatkan Pola Outside Bar Untuk Trading

Resi.co.id – Salah satu teknik trading yang layak disebut sebagai strategi sejuta orang adalah price action. Teknik ini digunakan oleh hampir semua trader dari tingkat pemula hingga profesional. Karena teknik ini dianggap mudah diterapkan dan menawarkan akurasi trading yang baik. Pengguna Price action akan mengamati pola candlestick yang muncul di chart.

Mereka percaya bahwa pola yang muncul saat ini adalah pengulangan gerakan masa lalu dan akan terus berulang. Dengan demikian, dengan bisa memahami pola yang muncul, trader akan sangat terbantu untuk mendapatkan proyeksi pergerakan harga di masa depan.

Ada berbagai jenis pola candlestick yang sering digunakan oleh trader sebagai referensi untuk membaca sinyal reversal, continuation, hingga breakout. Salah satunya adalah Candlestick Outside Bar. Nah, pada kesempatan kali ini penulis akan mengulas cara menggunakan pola Outside Bar untuk mendapatkan kesempatan masuk. Bagaimana?

Apa Itu Pola Bar Luar Ruangan?

Sebelum masuk ke diskusi lebih lanjut, akan jauh lebih baik jika trader memahami definisi pola Bar luar itu sendiri. Singkatnya, bar luar adalah pola dua kandil dengan lilin pertama memiliki ukuran kecil dan diikuti oleh lilin kedua yang memiliki tubuh yang jauh lebih besar.

Pola ini mirip dengan Bullish Engulfing pattern (BBE). Namun, ada sedikit perbedaan mendasar. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini.

Dalam sebuah lilin Engulfing, lilin kedua memiliki tubuh tebal / panjang dengan ukuran setidaknya dua kali tubuh lilin pertama. Sementara itu, bar luar lebih fleksibel dengan bentuk candlestick kedua memiliki ekor dan bahkan tubuh yang sangat bervariasi.

Secara garis besar, pola candlestick Outside Bar dapat dibagi menjadi dua, yaitu Bullish outside Bar yang berfungsi untuk menunjukkan sinyal bullish dan Bearish Outside Bar yang menunjukkan pergerakan bearish.

Bagaimana Cara Menggunakan Pola Bar Luar Untuk Perdagangan?

Dalam penerapannya, pola candlestick Outside Bar memiliki fungsi penting yang sangat membantu para trader teknikal. Bagaimana cara menggunakannya? Berikut adalah beberapa cara untuk menggunakan lilin bar luar ruangan seperti yang dilaporkan dari situs web Tradeciety.

1. Mencari Pembalikan Momentum

Teknik perdagangan akurat pertama yang memanfaatkan pola bar luar adalah untuk mendeteksi sinyal pembalikan. Reversal dalam trading forex dapat diartikan sebagai kondisi pergerakan harga yang berlawanan arah dengan trend sebelumnya. Misalnya, pasangan EUR / USD mengalami uptrend (Bullish) kemudian berubah menjadi down (Bearish).

Tujuan menggunakan pola candlestick Outside Bar dalam hal ini adalah untuk menentukan momentum reversal sedini mungkin. Jika trader menempatkan posisi di awal momentum reversal, profit yang didapat akan jauh lebih maksimal.

Untuk mengamati pembalikan momentum dengan pola bar luar ini, pedagang perlu memperhatikan tren terlebih dahulu. Kemudian, perhatikan tampilan pola Bar luar sebelum tren berakhir. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat contoh di bawah ini.

Pada gambar di atas, pasangan yang digunakan adalah kerangka waktu EUR / USD 1 hari atau D1. Pola bar luar muncul di akhir tren yang ditandai dengan kotak kuning. Ini dapat diamati, Kemunculan pola ini sebenarnya didahului oleh beberapa lilin bullish besar.

Namun, lilin bullish terakhir diikuti oleh lilin bearish dengan tinggi yang lebih tinggi dan rendah yang lebih rendah. Ini menunjukkan kekuatan penjual yang telah mengambil alih Dominasi pembeli, sehingga pembalikan harga tidak bisa dihindari. Terbukti, tren kemudian berubah dari bullish menjadi bearish.

2. Mendeteksi Kelanjutan Tren

Cara selanjutnya adalah menggunakan pola Bar luar untuk mendeteksi kelanjutan tren. Pola lilin ini sering digunakan oleh pedagang, terutama mereka yang menggunakan strategi perdagangan mengikuti tren.

Untuk mengambil keuntungan dari pola ini, pedagang tentu harus tahu bagaimana untuk menyaring tren pertama. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang tren dalam pasangan mata uang. Biasanya trader akan menggunakan bantuan indikator Moving Average dengan periode tertentu seperti Ma 20, MA 50, MA 200, dll.

Jika candlestick berada di atas garis Moving Average, maka trend yang terjadi adalah uptrend. Jika harga berada di bawah Moving Average, maka kondisinya cenderung downtrend.

Pedagang dapat mengamati pola candlestick bar luar yang tampaknya berada di bawah atau di atas garis rata-rata bergerak. Agar lebih mudah dipahami, silakan lihat contoh gambar di bawah ini.

Pada gambar di atas, pasangan yang digunakan adalah EUR / USD dengan time frame 4 jam atau H4. Pola Outside Bar muncul di tengah tren turun yang ditandai dengan kotak kuning.

Pola Bar Outiside pertama muncul ketika grafik dalam kondisi Pullback atau bergerak ke arah yang berlawanan untuk sementara. Momen pullback sangat berguna bagi trader untuk masuk kembali sesuai dengan arah trend yang sedang berlangsung.

3. Indikasi Sinyal Breakout

Teknik perdagangan yang akurat menggunakan pola bar luar berikutnya berkaitan dengan momen breakout. Insiden Breakout biasanya diantisipasi oleh pedagang terutama bagi para pengguna strategi mengikuti tren.

Breakout sendiri adalah peristiwa pergerakan harga yang menembus level-level penting, seperti Support dan Resistance, level psikologis, Supply and Demand, Fibonacci, dll.

Pedagang teknis percaya bahwa penembusan level ini biasanya akan diikuti oleh pergerakan harga besar-besaran yang memperjelas ke mana tren akan pergi selanjutnya. Namun perlu disoroti, teknik trading breakout dengan pola bar luar ini benar-benar membutuhkan kemampuan untuk menentukan level kunci yang penting.

Sebelum menggambar level, pedagang biasanya akan mengamati titik tinggi dan rendah sebagai referensi. Kemudian, trader bisa menambahkan garis horizontal sebagai penanda level untuk mendeteksi breakout dari limit.

Semakin jarang level tersebut ditembus, bisa jadi level tersebut memang menjadi titik penentu pergerakan harga. Akibatnya, jika ada breakout dari level pada akhirnya, biasanya pergerakannya akan masif dan tidak menipu seperti false breakout (false breakout). Mudah, silakan lihat contoh di bawah ini.

Pair USD / CAD time frame 4 jam atau H4 diatas menunjukkan bahwa harga bergerak sideways sebelum breakout. Sampai akhir, sekitar level resistance muncul di luar pola Bar (kotak kuning).

Pola ini ditandai dengan dua lilin kecil dan lilin bullish besar yang mampu menembus level resistance. Dengan breakout ini, trader bisa menjadikannya sebagai referensi untuk membuka posisi long setelah breakout dikonfirmasi.

You May Also Like

About the Author: Duda Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published.